English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Ambil Peran Strategis sebagai Tim Pakar Kajian Hilirisasi Riset Nasional

08 Dec 2025 - 05:26 WITA · 08 Dec 2025 - 15:21 WITA · PUBLIC RELATION · 197

(HumasPNUP) - Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Pra-Feasibility Study Teknologi Diabetes Coaching (DiaCOACH) pada 5–7 Desember 2025 di Hotel Dalton Makassar. Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari proses penyusunan kajian pra-kelayakan atas teknologi kesehatan digital Diabetes Coaching (DiaCOACH), salah satu produk hilirisasi strategis dari Universitas Hasanuddin, sebagai respons terhadap meningkatnya prevalensi diabetes di Indonesia.

Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) mendapatkan kepercayaan dengan ditunjuknya tiga dosen untuk bergabung sebagai Tim Pakar dalam kegiatan Pra Studi Kelayakan Produk Hasil Riset Perguruan Tinggi pada Program Hilirisasi Riset Prioritas Skema Dorongan Teknologi Tahun 2025. Penunjukan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap kapasitas akademik serta kompetensi riset PNUP dalam bidang teknologi digital, kebijakan, manajemen, dan riset terapan yang relevan dengan pengembangan inovasi kesehatan.

Adapun dosen PNUP yang berperan sebagai Tim Pakar terdiri atas Ir. Sirmayanti, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng, APEC Eng. selaku Ketua Tim Pakar; Dr. Sirajuddin Omsa, S.E., M.Ed.Mgmt. sebagai pakar manajemen dan model bisnis; serta Pulung Hendro Prastyo, S.S.T., M.Eng. sebagai pakar artificial intelligence. Selain itu, tim turut diperkuat oleh pakar lintas institusi, yaitu Prof. Dr. Hasbir Paserangi, S.H., M.H. dari Universitas Hasanuddin sebagai pakar hukum dan regulasi serta Dr. Chusnul Rofiah, SE., MM., CIQaR dari Institut Teknologi dan Bisnis PGRI Dewantara Jombang sebagai pakar pemasaran dan hilirisasi teknologi.

DiaCOACH sendiri merupakan platform kesehatan digital yang dikembangkan dengan pendekatan coaching untuk memberikan layanan pendampingan mandiri bagi penderita diabetes maupun individu berisiko. Platform ini menyediakan pencatatan biometrik, pemantauan pola hidup, serta rekomendasi perilaku kesehatan yang dipersonalisasi, sehingga diharapkan mampu mendukung intervensi perubahan perilaku secara lebih sistematis serta terukur.

Dalam pelaksanaan kajian pra-kelayakan, Tim Pakar telah menerapkan sejumlah metode antara lain benchmarking industri, survei pengguna, analisis kebutuhan, dan diskusi bersama pemangku kepentingan di bidang teknologi kesehatan. Benchmarking yang dilakukan dengan PT Roche Indonesia dan Ascensia Diabetes Care Indonesia dimaksudkan untuk memperoleh rujukan terkait standar industri global, mekanisme perlindungan data kesehatan, integrasi perangkat medis, serta peluang penerapan digital coaching dalam sistem layanan kesehatan nasional. Selain itu, survei dan uji kemanfaatan dilakukan untuk mengetahui persepsi calon pengguna serta mengidentifikasi tingkat aksesibilitas dan potensi adopsi teknologi pada masyarakat.

Ketua Tim Pakar, Ir. Sirmayanti, menjelaskan bahwa kajian pra-kelayakan menjadi bagian penting dalam memastikan kesesuaian teknologi, penyusunan roadmap hilirisasi, serta identifikasi peluang komersialisasi di masa mendatang. Integrasi kecerdasan buatan, digital wireless communication, dan Internet of Things (IoT) dipandang sangat strategis agar platform DiaCOACH mampu menghasilkan analisis kesehatan secara real time dan berpotensi mendukung upaya pencegahan serta kendali penyakit diabetes di masyarakat.

Dengan keterlibatan ini, PNUP semakin menegaskan kontribusinya sebagai perguruan tinggi vokasi yang berperan dalam riset terapan, hilirisasi teknologi, serta penguatan ekosistem inovasi nasional. Partisipasi dosen PNUP diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kebijakan, penguatan riset lanjutan, serta implementasi teknologi digital kesehatan sebagai bagian dari agenda transformasi digital sektor kesehatan di Indonesia.


@poltek_upg