English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP dan Kementerian PUPR Jalin Kerja Sama Strategis, Cetak SDM Konstruksi Unggul untuk Infrastruktur Berkelanjutan

24 Nov 2025 - 04:56 WITA · 24 Nov 2025 - 17:05 WITA · PUBLIC RELATION · 335

(Humas PNUP) — Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan kuliah umum bertema "Advancing Innovation and Excellence for Indonesia's Sustainable Infrastructure Development." Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung AD PNUP Kampus I.

Kuliah umum menghadirkan narasumber utama secara luring, Riky Aditya Nazir, S.T., M.T., Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, yang didampingi sejumlah pejabat Balai Jasa Konstruksi Wilayah 6. Narasumber kedua, Angga Fajar Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), hadir dan menyampaikan materi secara daring.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil PNUP, baik secara luring maupun daring, sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi akademik sekaligus pemahaman mengenai perkembangan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Ketua Jurusan Teknik Sipil PNUP, Prof. Ir. Sugiarto, S.T., M.T., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jurusan Teknik Sipil PNUP telah lama berkolaborasi dengan Ditjen Bina Konstruksi melalui berbagai kegiatan sertifikasi dan bimbingan teknis. Ia juga menyoroti pengembangan Program Studi D4 Jasa Konstruksi yang menjadi satu-satunya di Indonesia Timur, serta menyebut bahwa banyak alumni PNUP telah berkarier di Ditjen Bina Konstruksi.

"Atas kerja keras panitia, kegiatan ini tetap dapat terlaksana dengan baik meskipun di tengah padatnya agenda. Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini," ujarnya.

Wakil Direktur II PNUP, Dr. Dermawan, S.T., M.T., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Ditjen Bina Konstruksi dan UGM dalam memperkaya proses pembelajaran mahasiswa.

"Kuliah umum dan penandatanganan MoU ini adalah langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara PNUP dan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi. Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat besar bagi pengembangan kompetensi mahasiswa, penyelarasan kurikulum berbasis industri, serta membuka peluang sertifikasi, magang, dan penelitian terapan di bidang konstruksi," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tema kuliah umum sangat relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. "Melalui tema ini, mahasiswa diharapkan memahami arah pembangunan infrastruktur nasional yang menuntut inovasi, ketepatan, dan profesionalitas tinggi dari para pelaku konstruksi," tambahnya.

Dalam pemaparannya, Riky Aditya Nazir menjelaskan arah kebijakan Ditjen Bina Konstruksi dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional melalui peningkatan kompetensi SDM konstruksi, digitalisasi layanan, serta penerapan standar keselamatan kerja.

Sementara itu, narasumber dari UGM menekankan pentingnya riset dan inovasi teknik sipil dalam mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.

Kedua narasumber sejalan dalam pandangan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah sangat penting untuk menghasilkan lulusan vokasi yang kompeten, adaptif, dan siap kerja.

MoU yang ditandatangani mencakup beberapa ruang lingkup kerja sama, antara lain:

  • Pengembangan kurikulum berbasis industri dan kebutuhan dunia kerja
  • Program peningkatan kompetensi dan sertifikasi profesi bidang konstruksi
  • Kegiatan praktik industri, magang, dan kuliah tamu
  • Penelitian terapan dan inovasi teknologi konstruksi
  • Peningkatan kapasitas dosen dan instruktur bidang konstruksi

Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi PNUP sebagai institusi vokasi yang berkontribusi dalam penyediaan SDM konstruksi yang unggul dan profesional.

PNUP berkomitmen untuk terus memperluas jejaring dengan kementerian, dunia industri, dan perguruan tinggi nasional guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan, modern, dan berdaya saing global. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pendidikan vokasi dan pemerintah dalam memajukan pembangunan infrastruktur Indonesia.


@poltek_upg