English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Terapkan Teknologi Tepat Guna di Pesantren MAQ Sulsel untuk Dukung Kemandirian Pangan

04 Oct 2025 - 23:44 WITA · 05 Oct 2025 - 07:49 WITA · PUBLIC RELATION · 647

(HumasPNUP) – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui Tim pengabdi Jurusan Teknik Mesin melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) di Pondok Pesantren MAQ Sulsel, Desa Moncongloe Lappara, Kabupaten Maros. Kegiatan ini menghadirkan inovasi berupa kandang ayam pedaging cerdas berbasis teknologi tepat guna yang dirancang menggunakan prinsip manufaktur modern. Program ini bertujuan mendukung kemandirian pangan sekaligus membekali santri dengan keterampilan peternakan modern yang aplikatif. (04/10)

Tim pengabdi terdiri dari para dosen Jurusan Teknik Mesin PNUP, yakni Dr. Eng. Arman, S.T., M.T., Dr. Eng. Baso Nasrullah, S.ST., M.T., Abram Tangkemanda, S.T., M.T., Firman Hamzah, ST., MT., Ir. Ikram, M.T., serta Ir. Anwar M., M.T.. Mereka dibantu mahasiswa magister terapan rekayasa teknologi manufaktur Jurusan Teknik Mesin PNUP:  Andi Athiyah Syahirah Said, Widya Jufri, dan Fatchul Gani, yang turut aktif dalam proses desain, pembangunan kandang, hingga pendampingan santri di lapangan. Kolaborasi dosen dan mahasiswa ini memperlihatkan sinergi nyata antara akademisi dan masyarakat.

Dalam pelaksanaan program, tim PNUP membangun kandang ayam lengkap dengan sistem otomatisasi, seperti kontrol suhu, pemberian pakan, serta distribusi air minum. Tidak hanya itu, program juga diisi dengan agenda pelatihan beternak bagi para santri. Materi pelatihan meliputi biosekuriti, pencatatan digital produksi, serta strategi peningkatan siklus ternak. Para santri diajarkan langsung cara memelihara ayam pedaging dengan standar modern agar hasil produksi lebih optimal.

Selain pelatihan teknis beternak, juga dilaksanakan pelatihan pengoperasian kandang cerdas yang telah terintegrasi dengan perangkat teknologi tepat guna. Santri diajarkan mengoperasikan sistem kontrol suhu, mengelola pemberian pakan dan minum otomatis, hingga melakukan pemantauan kondisi kandang secara real-time. Dengan metode praktik langsung, santri dapat menguasai teknologi ini dan menerapkannya secara mandiri di pesantren.

Sebagai uji coba implementasi, dilakukan produksi perdana dengan 30 ekor ayam pedaging. Hasilnya, kandang cerdas terbukti berfungsi optimal dan mampu menekan biaya operasional. Santri juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola peternakan modern, mulai dari manajemen pakan hingga evaluasi produksi. Keberhasilan ini membuka jalan bagi pesantren untuk memiliki strategi produksi berkelanjutan, sekaligus menjadikan unit usaha peternakan sebagai sumber kemandirian ekonomi.

Dr. Eng. Arman, ST., MT., selaku ketua tim pengabdi, mengungkapkan bahwa program ini bukan sekadar membangun kandang, melainkan juga membangun kapasitas manusia. “Kami ingin para santri tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengelola yang memahami prinsip-prinsip teknologi tepat guna. Dengan begitu, pesantren bisa mandiri sekaligus menjadi pusat pembelajaran berbasis teknologi,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang santri, Zahran, menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya. “Saya memang suka beternak sejak kecil. Dengan adanya kandang cerdas ini, kami jadi bisa belajar beternak ayam dengan cara yang lebih modern. Ilmu ini sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman, karena bukan hanya untuk pesantren, tapi juga bisa kami terapkan nanti di masyarakat,” ungkapnya.

Pimpinan Pondok Pesantren MAQ Sulsel, Ustadz Mohammad Ali Wardana, juga menyampaikan apresiasi yang tinggi. “Kandang cerdas ini bukan hanya membantu pesantren mandiri dalam pangan, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan modern berbasis teknologi tepat guna,” ujarnya. PNUP berharap model kandang ayam pedaging cerdas ini dapat direplikasi di pesantren lain di Sulawesi Selatan, sehingga semakin banyak lembaga pendidikan Islam yang mandiri pangan sekaligus mampu mencetak santri berjiwa wirausaha.


@poltek_upg