Riset Grup CMCS Politeknik Negeri Ujung Pandang Serahkan Mesin Pencacah Rumput Gajah kepada Peternak di Parepare
(Humas PNUP) — Riset grup Center for Mechatronics and Control System (CMCS) dari Program Studi D4 Teknik Mekatronika, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi teknologi tepat guna berupa mesin pencacah rumput gajah. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 Oktober 2025 di Kelurahan Wattang Bacukiki, Kota Parepare, dan dihadiri oleh tim dosen serta mahasiswa dari Prodi D4 Teknik Mekatronika.
Tim pelaksana kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Eng. Abdul Kadir Muhammad, S.T., PG.Dipl., M.Eng. sebagai ketua tim, dengan anggota tim yakni Paisal, S.T., M.T., Mukhtar, S.Pd., M.Eng., Ir. Lewi, M.T., dan Ariawan Bayu Wicaksono, S.ST., M.T.. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mendorong efisiensi pengelolaan pakan ternak sekaligus mengurangi limbah hijauan yang selama ini menjadi tantangan lingkungan di daerah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut berperan aktif sejak tahap perancangan mesin, pembuatan, hingga uji coba langsung di lapangan. Keterlibatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa inovatif dan kepedulian sosial mahasiswa terhadap permasalahan riil di bidang pertanian dan peternakan.
Mesin pencacah rumput gajah hasil riset CMCS PNUP dirancang dengan mempertimbangkan efisiensi dan kemudahan penggunaan di lapangan. Mesin ini memiliki dua saluran masukan (di bagian atas dan sisi kanan), serta satu saluran keluaran di bagian depan. Proses pencacahan dilakukan menggunakan mata pisau yang digerakkan oleh motor diesel, yang mampu mencacah rumput gajah dan dedak secara bersamaan dengan hasil yang seragam.
Berdasarkan hasil uji coba, mesin ini mampu menghasilkan cacahan sebanyak 6–7 kilogram per menit, jauh lebih tinggi dibandingkan metode manual yang hanya menghasilkan sekitar 0,18–0,2 kilogram per menit. Efisiensi ini mencapai hampir 30 kali lipat, sehingga dapat menghemat tenaga kerja dan waktu dalam pengolahan pakan ternak.
Selain meningkatkan produktivitas pakan, mesin ini juga berkontribusi pada pengelolaan lingkungan dengan mengurangi penumpukan limbah hijauan yang kerap menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi sarang hama. Potongan rumput yang halus dan seragam juga meningkatkan daya cerna ternak, yang berdampak positif terhadap pertumbuhan dan kesehatan hewan.
Ketua tim, Dr. Eng. Abdul Kadir Muhammad, menegaskan bahwa pengembangan mesin ini tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan.
“Kami ingin teknologi ini menjadi solusi nyata bagi peternak, khususnya di daerah yang masih mengandalkan cara manual dalam mengolah pakan. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus ramah lingkungan,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Politeknik Negeri Ujung Pandang melalui pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan difasilitasi oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) PNUP. Pemerintah Kota Parepare turut memberikan apresiasi atas inisiatif ini karena dinilai sejalan dengan program peningkatan kesejahteraan peternak dan pengurangan dampak lingkungan akibat limbah organik.
Setelah penyerahan mesin kepada mitra peternak, tim CMCS PNUP juga memberikan pelatihan teknis mengenai pengoperasian dan perawatan mesin. Pendampingan ini bertujuan agar mesin dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, CMCS PNUP berharap penerapan teknologi tepat guna serupa dapat diperluas ke wilayah-wilayah lain di Sulawesi Selatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dalam mendukung efisiensi peternakan dan pengelolaan lingkungan secara terpadu.









