English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Akhmad Azis Dikukuhkan Jadi Profesor Pertama Teknik Sipil PNUP

10 Dec 2019 - 13:27 WITA · HUMAS · 273

Menutup tahun 2019, Politeknik Negeri Ujung Pandang menggelar rapat senat terbuka luar biasa dalam rangka penerimaan jabatan profesor dalam bidang ilmu keairan/perencanaan air bersih dan limbah, Selasa (10/12). Dalam rapat tersebut, Prof. Dr. Ir. Akhmad Azis, M. T., dikukuhkan sebagai profesor ketiga di PNUP dan sekaligus sebagai profesor pertama dari jurusan teknik sipil. Acara pengukuhan yang berlangsung di aula lantai 3 kampus I PNUP dipimpin langsung oleh Direktur PNUP serta dihadiri oleh segenap dosen dan tenaga kependidikan PNUP, mitra kerja PNUP, sejumlah tamu undangan dan keluarga besar dari profesor yang dikukuhkan.

“Semoga dengan bertambahnya guru besar di PNUP akan semakin memacu munculnya riset-riset inovatif yang mampu membawa perubahan secara signifikan bagi PNUP sebagai perguruan tinggi vokasi sebagai jalan untuk menuju Research Polytechnic dengan berbagai pusat unggulan teknologi dan inovasi. Tidak hanya berdampak pada institusi perguruan tinggi, tetapi juga mampu memberi manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat dan industri, “demikian disampaikan Prof. Ir. Muhammad Anshar, Ph. D., saat memberikan sambutan pengukuhan. Besar harapannya agar pangkat akademik tertinggi ini dibarengi dengan tanggung jawab yang juga jauh lebih besar.

Dalam pidato pengukuhan yang berjudul “Konservasi Air Tanah Berkelanjutan Melalui Imbuhan Buatan dengan Menggunakan Waduk Resapan”, Akhmad Azis memaparkan bahwa untuk menjaga keseimbangan air tanah harus dilakukan upaya konservasi air yang merupakan suatu tindakan pemanfaatan, pengembangan, dan perlindungan terhadap sumber daya air dengan cara memasukkan air ke dalam tanah (imbuhan) dalam rangka pengisian air tanah, baik secara alami maupun secara buatan. Salah satu bentuk imbuhan buatan adalah waduk resapan yang merupakan salah satu jenis air waduk yang memiliki fungsi utama sebagai media resapan air agar dengan mudah dan cepat  masuk ke dalam lapisan akuifer.

Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pemanfaatan air tanah yang berlebihan tanpa disertai upaya imbuhan air tanah baik secara alami maupun buatan menyebabkan terjadinya krisis air tanah. Hal ini berdampak pada penurunan muka air tanah, penurunan tanah, intrusi air laut serta penurunan kualitas air tanah. Salah satu upaya konservasi air tanah untuk mengatasi krisis air tanah yaitu melalui imbuhan buatan dengan membangun waduk resapan. Selain tidak memerlukan lahan yang luas (± 0,5 ha), hal ini diperkuat dari beberapa hasil penelitian menunjukkan debit imbuhan air tanah dihasilkan cukup tinggi yang sangat bermanfaat bukan hanya sebagai cadangan air tanah tetapi bermanfaat pula dalam mendorong intrusi air laut.

Acara pengukuhan guru besar ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada Prof. Dr. Ir. Akhmad Azis, M. T., dari segenap hadirin dan undangan yang hadir.


@poltek_upg