Gelar Bukber, JTM PNUP Ajak Civitas Akademika Memahami Filosofi dan Kedalaman Makna di Balik Ibadah Puasa
(HumasPNUP)- Memasuki hari ke-12 ramadan 1447 Hijriah, Buka Bersama (Bukber) yang digelar Jurusan Teknik Mesin (JTM) dihadiri Direktur PNUP Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., P.hD, civitas akademika, pengurus Keluarga Muslim Politeknik Indonesia (KAMUPI) hingga masyarakat berbaur bersama menikmati hidangan takjil dan berbuka yang disiapkan JTM serta dilaksanakan di Masjid Ulil Al-Bab, Tamalanrea Makassar, Senin, 2 Maret 2026.
Ketua JTM, Prof. Dr. Ir. Syaharuddin Kadir, S.T., M.T. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir memenuhi undangan maupun kepada masyarakat sekitar kampus yang turut meramaikan jamuan takjil dan makanan berbuka yang disiapkan oleh Jurusan Teknik Mesin (JTM). Ia pun berpesan untuk menjalankan ibadah puasa di fase kedua atau pertengahan (10 ramadan) dengan hati yang tulus dan ikhlas, serta hanya mengharapkan pahala, merupakan esensi ibadah di bulan ramadan.
“Jika dapat melakukannya dengan baik di fase pertengahan ramadan ini, maka ampunan atau maghfirah akan kita dapatkan”. Ungkap Prof Syaharuddin Kadir
Penceramah Prof. A.M. Shiddiq Yunus, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D yang mengupas tentang hikmah puasa ramadan yang paling utama adalah memperbanyak amal dan membentuk kepribadian muslim yang bertaqwa. Karena itu, ibadah ini tidak terbatas hanya menahan lapar dan dahaga serta syahwat dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
“Tapi ada hikmah dan filosofi atau makna yang terkandung dalam ibadah puasa ramadan selama sebulan penuh”. Ungkap Prof Shiddiq Yunus
Lebih lanjut Prof Shiddiq berpesan bahwa hal terberat melaksanakan ibadah puasa ramadan justru mengendalikan hati, pikiran, dan anggota badan dari hal-hal yang bisa menimbulkan dosa. Misalnya mengendalikan hati dari iri dan dengki, mengendalikan pikiran dari prasangka buruk, atau menahan pandangan mata dari sesuatu yang menimbulkan syahwat. Sejatinya setiap ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT tentunya memiliki hikmah dengan pemahanan filosofi dan makna mendalam yang perlu umat Islam pahami dan mengerti. Sehingga ketika melakukan ibadah puasa Ramadan tidak hanya ikut-ikutan saja.
“Karena dalam melaksanakan ibadah ini, seorang muslim harus memiliki niat yang kuat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta berusaha meraih kebahagiaan dunia dan akhirat”. Ucap Guru Besar JTM ini.
Ketua Panitia Ramadan Mubarak 1447 H, Fajar HR, S.T., M.Eng menambahkan bahwa selama bulan suci ramadan 1447 Hijriah, panitia pelaksana akan terus meningkatkan pelayanan jadwal infaq buka puasa kepada seluruh ASN PNUP melalui permohonan bantuan dana yang telah diedarkan sebelumya kepada masing-masing dosen dan pegawai Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP).
“Semoga infaq donasi yang diberikan dalam bentuk uang tunai, makanan/minuman akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT”. Kunci HR Fajar yang juga dosen teknik kimia ini.












