English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

MAHASISWA PRODI TEKNIK TELEKOMUNIKASI MEMBAWA POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG MENUJU PERGURUAN TINGGI “BERDAMPAK”

20 Nov 2025 - 08:31 WITA · 20 Nov 2025 - 17:01 WITA · PUBLIC RELATION · 434

(HumasPNUP) - Di Program Studi Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) pada Semester 5, terdapat satu mata kuliah bernama Perancangan Jaringan Radio. Oleh pengampu mata kuliah bernama Sulwan Dase,S.T.,M.T, menerapkan metode pembelajaran Problem Based Learning. Materi kuliah di sajikan 10 Minggu dan pada beberapa Minggu berikutnya mahasiswa diminta untuk merancang Jaringan Radio di area yang mengalami kesulitan mengakses sinyal telepon seluler atau jaringan Wifi.

Atas tugas pembelajaran tersebut, maka mahasiswa Kelas 3B Prodi Teknik Telekomunikasi membentuk beberapa Group untuk merancang jaringan telepon minum seluler di beberapa Desa terpencil.

Kegiatan ini sebagai respons Visi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi tentang Kampus BERDAMPAK.

Satu group yang terdiri dari  5 orang mahasiswa   yang di pimpin oleh Arham, dan dibantu oleh mahasiswa lain yaiu Fadhil Athallah Irwan, Ahmad Kair Anan, A. Lisdayatanti Hasbar dan Yulia Arisanti Rifai kemudian memilih  Dusun Simbang, Dusun Bontorannu dan Desa Erelembang Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa sebagai sasaran pengujian teknologi rersebut. Ketiga lokasi ini berada di sekitar daerah Wisata Malino. 

5 mahasiswa ini merancang Jaringan Selular 4G dalam bentuk Mini Cellular 4G-LTE di 2 Dusun dan Desa tersebut. Ketiga lokasi ini tidak terjangkau oleh jaringan telepon selular. 

Dengan membawa peralatan yang terdiri sebuah 2 buah Outdoor Antenna 4G-LTE  jenis Log-Periodic Dipole Array (LPDA), Indoor Antenna jenis Planar Microstrip Antenna yang mana antena-antena ini adalah merupakan hasil desain Dosen mereka bernama Sulwan Dase. Selain itu, mereka membawa pula dua perangkat repeater mini. Dengan perangkat sederhana tersebut kelima mahasiswa ini kemudian membangun jaringan sel 4G tersebut. 

Jarak antara lokasi BTS 4G (eNode-B) terdekat e Dusun terpisah sekitar 3 kilometer dengan beberapa penghalang berupa pepohonan yang rimbun dan tanah yang berbukit. Pepohonan dan tanah berbukit ini menyebabkan redaman lintasan sinyal 4G, sehingga diperlukan 2 perangkat repeater untuk mencapai dusun target.

Setelah seluruh peralatan tersebut di instalasi dan di On-kan, maka penduduk yang berada di dusun tersebut akhir nya dapat mengakses berbagai fitur layanan 4G seperti Youtube, Google dan lainnya melalui mini-cell tersebut. “Habis Gelap Terbitlah Terang”, adalah kalimat ini sungguh relevan untuk menggambarkan kegembiraan masyarakat disana atas usaha mahasiswa ini.

Akan tetapi kegembiraan itu tidak berlangsung lama, sebab perangkat tersebut harus dibawah kembali ke Laboratorium Frekuensi Tingga dan Transmisi Politeknik Negeri Ujung Pandang. Sekalipun demikian, percobaan tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa dan dosen di Program Studi Teknik Telekomunikasi merencanakan untuk melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada Tahun 2026. Direncanakan melalui program PKM tersebut, maka perangkat Mini Cell tersebut dapat terpasang permanen di Dusun dan Desa terpencil  tersebut sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai situs di internet oleh para siswa di desa tersebut. Diharapkan pula, jika pemerintah memberikan dukungan pendanaan yang memadai, maka peralatan serupa dapat di instalasi di berbagai Dusun dan Desa di kabupaten di Sulawesi Selatan yang membutuhkannya.


@poltek_upg