English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP - Indonesian Section IEEE AESS/GRSS Chapter Gelar Workshop on (Nano)-Satelitte Bus

27 Mar 2023 - 15:13 WITA · 27 Mar 2023 - 15:56 WITA · PUBLIC RELATION · 1,487

Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bersama dengan IEEE Indonesia Section AESS/GRSS Joint Chapter menggelar Workshop on (Nano)-Satelitte Bus secara virtual pada Senin (20/3/2023). 
 

Acara bertema "Microcontroller Sub System and Its Nano-Satelitte Applications" itu digelar untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa, praktisi, akademisi, dan peneliti di bidang keantariksaan mengenai teknologi terkini satelit berukuran kecil.
 

Acara itu dihadiri Chairman of AESS/GRSS, IEEE Indonesia Section, Dr. Arifin Nugroho, D.E.A., Dr. Ing Wahyudi Hasbi, S.Si., M.Kom. (BRIN/LAPAN), dan Ir. Abdullah Bazargen, M.T., M.Si. (PNUP) sebagai pembicara utama, Ketua Pelaksana, Ir. Sandryones Bunga Palinggi, S.T., M.T. dan segenap panitia lainnya.
 

Pada sambutannya, Arifin Nugroho menyampaikan bahwa workshop ini diharapkan memberi manfaat bagi pihak-pihak yang mendedikasikan dirinya dalam perancangan satelit. “Salah satu aspek penting dari rangkaian workshop yang telah dan akan diselenggarakan oleh Indonesia Section IEEE AESS/GRSS Chapter adalah untuk lebih bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, dan profesional yang mendedikasikan diri dalam desain satelit”, ujar Arifin.
 

Selain itu, Arifin yang juga doktor dalam bidang pengolahan sinyal dari Universitas Rennes-1 menilai pemanfaatan teknologi (satelit) akan menuntut spektrum keahlian teknis yang lebih luas dan kemauan politik yang kuat bagi Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Untuk itu, dibutuhkan kesadaran moral bahwa teknologi satelit merupakan salah satu elemen penting bagi sebuah bangsa untuk dapat bertahan hidup.
 

Pada kesempatan sama, Abdullah Bazargen mewakili Direktur PNUP, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IEEE Indonesia Section AESS/GRSS Joint Chapter, BRIN, Surya University, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Tadulako, Politeknik Bosowa dan PT. Telkomsat dan berharap di masa yang akan datang bisa melanjutkan kerjasama, khususnya terkait pembangunan di Kawasan Indonesia Timur.
 

“Terima kasih kepada IEEE yang sudah memberikan kepercayaan kepada PNUP untuk menyelenggarakan workshop ini secara virtual dan PNUP sebagai Politeknik terbesar di Indonesia timur, berharap dimasa yang akan datang terbuka kesempatan kerjasama terutama dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi nano satelit dalam memantau atau memonitor perkembangan permukaan luas wilayah di timur Indonesia dengan segala potensinya (perikanan, perkebunan, dll) sehingga dapat membantu pembangunan ekonomi bangsa yang lebih efektif dan mendukung kehadiran perguruan tinggi dalam melaksanakan tri dharma-nya ”, ujar Abdullah.


Teknologi Satelit
 

Pelatihan yang dilaksanakan sehari ini diikuti oleh lebih dari 250 peserta dan selain Dr. Ing. Wahyudi Hasbi, S.Si., M.Kom. dan Ir. Abdullah Bazargen, M.T., M.Si. sebagai keynote speaker, workshop ini juga menghadirkan empat pembicara profesional yaitu Dharma Aryani, S.T., M.T., Ph.D. (PNUP), Rommy Hartono, S.T. (BRIN/LAPAN), dan Roberto Gunawan, S.T. serta Suhadinata, S.T. (Surya University).
 

Wahyudi Hasbi sebagai pembicara utama, menjelaskan dalam presentasinya empat alasan mengapa teknologi satelit itu penting.
 

“Setidaknya ada empat alasan mengapa satelit itu penting. Pertama, Indonesia ini adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.000 pulau dengan kondisi geografis yang sangat beragam. Kemudian jangan juga lupakan pemanfaatan teknologi satelit memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan ditahun 2020, data mengungkapkan nilai global space economy sebesar $440 Billion dan kita berharap Indonesia jangan sampai hanya menjadi pasar tapi perlu mengambil manfaat nilai ekonomi tersebut. Ketiga, teknologi satelit mendukung 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan terakhir, penguasaan teknologi satelit penting dilakukan dalam rangka mengembangkan kemandirian & mendorong ekosistem industri satelit nasional yang bernilai ekonomi tinggi”, ujar Wahyudi. 


Selain itu, beliaupun menjelaskan bahwa pengetahuan dan kompetensi yang dibutuhkan dalam teknologi satelit, sebagian teknologinya sudah dikuasai oleh anak bangsa (BRIN).


“Kita sudah punya kompetensi yang kita bangun di BRIN. Saat ini untuk pengembangan stasiun bumi, kendali satelitnya dalam beberapa hal, sebagian teknologinya sudah kita kuasai. Tetapi ada juga yang belum misalnya orbit & constellation mechanism dan ini yang akan kita coba laksanakan tahun depan. Kalau satelit kita meluncur, kita akan belajar bagaimana mengendalikan orbit dan konstalasinya. Untuk yang lainnya hampir semua sudah bisa kita dikuasai dan ini bisa menjadi tema-tema riset”, jelas Wahyudi.


Di sisi lain, workshop ini juga membahas tentang microcontroller basic and interfacing. Pembicara juga menjelaskan mengenai microcontroller advancement dan working example.


Dengan diadakannya workshop ini, diharapkan dapat memberikan informasi akurat mengenai teknologi satelit kepada masyarakat luas dan mendorong generasi muda untuk menguasai teknologi terkini yang dapat bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.