PNUP dan AK-Manufaktur Bantaeng Jalin Kemitraan Strategis untuk Cetak SDM Manufaktur Unggul
(HumasPNUP) – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan Akademi Komunitas Industri Manufaktur (AK-Manufaktur) Bantaeng secara resmi menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Senin, 20 Oktober 2025. Kegiatan penandatanganan dilaksanakan di Akademi Komunitas Industri Manufaktur (AK-Manufaktur) Bantaeng.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan penjajakan yang diajukan oleh PNUP pada 18 Oktober 2025. MoU bertujuan untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi vokasi dan industri manufaktur, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja di sektor industri.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, S.T., M.T.,Ph.D., dan Direktur AK-Manufaktur Bantaeng, Dr. Ir. Arminas, S.T., M.M., IPU, ASEAN.Eng.
Dalam sambutannya, Prof. Rusdi Nur menyampaikan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. "Kerja sama ini bukan hanya sebatas dokumen, tetapi merupakan komitmen nyata untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan kami dengan kebutuhan riil industri. Kami berharap lulusan dari kedua institusi akan menjadi tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing global, terutama dalam bidang manufaktur," ujarnya.
Detail kerja sama mencakup beberapa bidang utama, yaitu:
Pengembangan Kurikulum Bersama: Penyusunan materi ajar yang relevan dengan perkembangan teknologi dan praktik terbaik di industri manufaktur.
Program Magang dan Praktik Kerja Industri: Memfasilitasi mahasiswa PNUP dan AK-Manufaktur untuk mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan industri.
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat: Kolaborasi dalam riset terapan dan kegiatan pengabdian yang memberikan dampak positif bagi industri lokal dan masyarakat.
Direktur AK-Manufaktur Bantaeng, Dr. Ir. Arminas, S.T., M.M., IPU, ASEAN.Eng., menambahkan, "Kolaborasi yang kuat ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat, serta berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi secara keseluruhan di Sulawesi Selatan dan Indonesia. Kami sangat antusias menyambut kerja sama ini untuk mencetak generasi emas manufaktur."
Dengan penandatanganan MoU ini, kedua institusi berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri 4.0 dan era digitalisasi manufaktur.










