Tim CMCS PNUP Salurkan Mesin Pengasah Pisau Pencacah Rumput Gajah untuk Peternak Sapi di Parepare
(HumasPNUP) — Riset grup Center for Mechatronics and Control System (CMCS) dari Program Studi D4 Teknik Mekatronika, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Wattang Bacukiki, Kota Parepare. Kegiatan ini berfokus pada penyerahan dan pendampingan penggunaan mesin pengasah pisau pencacah rumput gajah bagi para peternak sapi di wilayah tersebut.(03/10)
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PNUP dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Tim CMCS PNUP hadir untuk membantu para peternak yang selama ini menghadapi kendala dalam pengolahan pakan akibat pisau pencacah rumput yang cepat tumpul dan sulit diasah secara manual. Kondisi tersebut menyebabkan menurunnya efisiensi kerja serta meningkatnya biaya operasional peternakan.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas dosen dan tenaga ahli dari Program Studi D4 Teknik Mekatronika, yaitu:
- Imran Habriansyah, S.ST., M.T. (ketua tim)
- Dr.Eng. Akhmad Taufik, S.T., M.T.
- Prof. Ir. Simon Ka’ka, M.T.
- Ishak, S.ST., M.T.
- Muh. Abdillah, S.ST., M.T.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, antara lain Muh. Andika Arif dan Sri Rahayu, yang turut membantu dalam proses instalasi alat serta pendampingan teknis di lapangan.
Penyerahan mesin dilakukan langsung di lokasi peternakan di Parepare dan disambut dengan antusias oleh para peternak setempat. Mesin pengasah pisau pencacah rumput gajah tersebut berfungsi untuk mempertajam kembali bilah pisau pada alat pencacah rumput yang digunakan dalam penyediaan pakan sapi. Dengan pisau yang tajam, proses pencacahan bahan pakan seperti rumput gajah dan tongkol jagung menjadi lebih cepat, hemat energi, serta menghasilkan potongan yang lebih ideal untuk dikonsumsi ternak.
Ketua tim, Imran Habriansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada pemberian solusi praktis yang langsung dapat dimanfaatkan oleh peternak tanpa memerlukan proses rekayasa teknologi yang rumit.
“Kami tidak mengembangkan alat baru, tetapi menyalurkan mesin yang sudah siap pakai dan memberikan pelatihan penggunaannya. Tujuan kami adalah membantu peternak agar kegiatan produksinya menjadi lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain penyerahan mesin, tim CMCS PNUP juga mengadakan sesi pelatihan singkat mengenai cara pengoperasian dan perawatan mesin, agar alat dapat digunakan dalam jangka panjang. Para peternak dibimbing untuk memahami teknik pengasahan pisau yang benar, perawatan dasar, serta aspek keselamatan dalam penggunaan mesin. Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis masyarakat dalam mengelola peralatan pendukung peternakan.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) PNUP melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Program ini menjadi sarana bagi dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat dengan memberikan solusi aplikatif yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PNUP yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat peternak.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini dan berharap PNUP terus hadir memberikan inovasi serta pendampingan bagi masyarakat Parepare,” ungkapnya.
Kegiatan pengabdian ini juga menjadi pengalaman lapangan yang berharga bagi mahasiswa PNUP karena mereka terlibat langsung dalam proses sosial dan teknis di masyarakat. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kolaborasi, tanggung jawab, dan profesionalisme dapat terinternalisasi sejak dini sebagai bekal penting bagi lulusan vokasi di dunia kerja.
Melalui langkah sederhana namun berdampak besar ini, CMCS PNUP menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi vokasi dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Penyerahan mesin pengasah pisau pencacah rumput gajah menjadi bukti nyata bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat digunakan secara langsung untuk mendukung peningkatan kesejahteraan peternak lokal di Sulawesi Selatan.











