English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP dan Singapore Polytechnic Gelar Program Learning Express ke-9 untuk Pemberdayaan UMKM di Gowa

02 Oct 2025 - 07:09 WITA · 02 Oct 2025 - 16:25 WITA · PUBLIC RELATION · 731

(HumasPNUP) - Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali menjalin kerja sama dengan Singapore Polytechnic (SP) melalui pelaksanaan Program Learning Express September 2025. Program ini merupakan Learning Express ke-9 yang diselenggarakan PNUP sejak kemitraan dimulai pada 2016.

 

Program Learning Express (LeX) pertama kali digagas pada 2012 dengan perjalanan perdana yang selesai pada Maret 2013. Berawal dari hanya 25 mahasiswa SP, program ini telah memberikan manfaat kepada lebih dari 8.960 mahasiswa dari negara-negara ASEAN (Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam), Tiongkok, India, dan Jepang.

 

Learning Express merupakan program 12 hari yang menggunakan metodologi Design Thinking untuk mengungkap wawasan dan mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi dalam kehidupan masyarakat. Metodologi ini terdiri atas beberapa tahap, yaitu Sense and Sensibility, Empathy, Ideation, dan Prototyping.

 

Kegiatan tahun 2025 ini berlangsung sejak 29 September hingga 10 Oktober 2025. Pembukaan resmi diselenggarakan pada 30 September 2025 di Aula lantai 3 Gedung Direktorat Kampus 1 PNUP. Acara dihadiri oleh dosen fasilitator dari PNUP dan SP, serta tim mahasiswa dari kedua institusi dengan total 29 mahasiswa SP dan 30 mahasiswa PNUP. Tiga fasilitator dari Singapore Polytechnic yang terlibat adalah Muzammil Bin Aziz, Ong Wooi-Hsen, dan Mohamad Fa'izan Shah Bin Mohamad Amin.

 

Penanggung Jawab Kegiatan dari Kantor Urusan Internasional, Sitti Sahriana, S.S., MAppLing., dalam sambutannya meminta seluruh peserta Learning Express Program baik dari PNUP maupun SP untuk bersikap open minded, mampu berbagi ide terkait proyek, dan berkolaborasi dengan baik selama kegiatan berlangsung.

 

Program Learning Express September 2025 berlangsung di Makassar dan Kabupaten Gowa, tepatnya di Kelurahan Malino dan Kelurahan Pattapang, dengan menyasar para pelaku UMKM di kedua kelurahan tersebut. Malino di Kabupaten Gowa dikenal sebagai rumah bagi komunitas produsen makanan ringan dan minuman tradisional yang dinamis, yang melestarikan warisan kuliner kaya melalui produk seperti tenteng, jus markisa, dan teh cascara yang menjadi fokus LeX Project 2025.

 

Namun, banyak produsen menghadapi tantangan dalam mempertahankan usaha mereka di tengah tuntutan pasar modern, isu lingkungan, dan terbatasnya akses terhadap sumber daya serta visibilitas. Proyek ini mengeksplorasi solusi berkelanjutan untuk mendukung produsen lokal dengan menangani bidang-bidang utama, yaitu alternatif kemasan yang ramah lingkungan, peningkatan efisiensi produksi melalui metode berbiaya rendah, dan strategi pencitraan merek yang berakar pada identitas lokal.

 

Dengan mengintegrasikan design thinking dan kepekasan budaya, inisiatif ini bertujuan memberdayakan komunitas agar dapat berkembang secara ekonomi sekaligus melestarikan tradisi. Proyek ini juga menyelidiki cara menghubungkan produk lokal dengan pasar yang lebih luas melalui storytelling, pengadaan sumber yang etis, dan jaringan berbasis komunitas. Tujuan akhirnya adalah menciptakan solusi yang praktis, terukur, dan menghormati masyarakat serta tempat memastikan warisan kuliner Gowa terus berkembang dari generasi ke generasi.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kerja sama antara Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Singapore Polytechnic semakin erat dan terwujud kegiatan kerja sama lain antara kedua institusi di masa mendatang.

 


@poltek_upg