English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Tim PkM PNUP-Care Hadirkan Digitalisasi Kampung Budaya Massaleong: Dukung Pesona Maulid Perahu di Rammang-Rammang

15 Sep 2025 - 03:08 WITA · 15 Sep 2025 - 15:21 WITA · PUBLIC RELATION · 568

(HumasPNUP) – Pesona tradisi Maulid Perahu di kawasan wisata karst Rammang-Rammang kembali memikat ratusan mata. Lebih dari 60 perahu tradisional jolloro berhias ratusan ornamen maulid berlayar di Sungai Puteh, menghadirkan panorama unik di antara tebing karst yang menjulang. Tidak hanya wisatawan lokal, puluhan turis mancanegara pun larut dalam suasana sakral sekaligus meriah itu.

Di balik kemeriahan budaya, hadir dukungan dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) PNUP-Care, yang meneguhkan komitmennya melalui program Digitalisasi Kampung Budaya Massaleong. Tim ini berperan dalam publikasi kegiatan, pendampingan pengelolaan konten budaya di media sosial desa, hingga penggunaan drone untuk mendokumentasikan jalannya prosesi dari udara.

“Tradisi Maulid Perahu ini punya nilai kearifan yang tinggi. Dengan sentuhan digitalisasi, kita ingin agar semakin banyak orang di dunia mengenal dan mencintai Rammang-Rammang,” ujar M. Nasir, Ketua Lembaga Adat dan Budaya Masyarakat Salenrang.

Tak berhenti di dokumentasi acara, PNUP-Care juga tengah mengembangkan sistem informasi berbasis website dan media sosial desa. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat profil Desa Salenrang bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai desa adat dan budaya yang memiliki identitas kuat sekaligus daya saing global.

Tim PNUP-Care yang terdiri atas Sirmayanti, Ichsan Mahjud, Lidemar Halide, Mahyati, Nuraeni Umar, Muh Rizal, Syahril Syam, Andi Indayanty Armansyah, dan Nurul Amalia Amri menjadi garda terdepan dalam pendampingan teknologi bagi masyarakat. Ketua tim PkM, Sirmayanti, Ph.D., bersama tim kerjanya aktif mendampingi masyarakat mulai dari pengembangan sistem informasi desa hingga penyediaan akses jaringan telekomunikasi di kawasan Rammang-Rammang.

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, yang hadir membuka acara menilai bahwa tradisi budaya dan inovasi digital bisa berjalan beriringan. “Ini bukan sekadar seremoni budaya, tetapi momentum untuk mengangkat pariwisata Maros. Ke depan, Maulid Perahu akan kami masukkan sebagai agenda tahunan pemerintah daerah,” tegasnya.

Kesan mendalam juga datang dari wisatawan asal Australia, Loise. “Tradisi ini sangat autentik dan luar biasa. Dengan adanya dokumentasi digital, saya yakin akan semakin banyak turis yang ingin datang dan melihat langsung,” ungkapnya.

Selain prosesi Maulid Perahu, masyarakat turut menyemarakkan suasana dengan berbagai permainan tradisional, seperti dende-dende dan lambasenang, yang memperkuat identitas budaya lokal.

Melalui kolaborasi PNUP-Care, pemerintah desa, lembaga adat, dan komunitas lokal, Rammang-Rammang kini bergerak menuju wajah baru: desa wisata adat digital, di mana warisan budaya berpadu harmonis dengan teknologi untuk menembus panggung internasional.


@poltek_upg