English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Penerapan Sumur Biopori sebagai Teknologi Mitigasi Penurunan Tanah di Wilayah Padat Bangunan Kota Pare-Pare

12 Sep 2025 - 03:15 WITA · 12 Sep 2025 - 13:26 WITA · PUBLIC RELATION · 486

(HumasPNUP) - Dalam rangka mendukung peningkatan kapasitas lingkungan kawasan pesisir terhadap genangan air dan masalah drainase, tim dosen dari Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ujung Pandang melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan teknologi infrastruktur mikro berupa sistem sumur resapan dan drainase lokal di area sekitar Masjid Terapung B.J. Habibie, Kota Pare-Pare.

Program ini terlaksana atas dasar kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Pare-Pare dan direncanakan mencakup pembangunan pada 10 titik prioritas yang telah diidentifikasi berdasarkan kajian teknis dan potensi kerawanan genangan.

Kegiatan ini dipimpin oleh tim yang terdiri dari:

  • Nursamiah, S.T., M.T. (Ketua Tim)
  • Prof. Dr. Ir. Hamzah Yusuf, M.Si.
  • Dr. Ir. Hasriana, S.T., M.T.
  • Dr. Ir. Dasyri Pasmar, M.T.
  • Ir. Bustamin Abdul Razak, M.T.
  • Haeril Abdi Hasanuddin, S.T., M.T.
  • Anhar, S.T., M.T.
  • Syafar Rahman, A.Md.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi sederhana namun berdampak tinggi, seperti sumur resapan dan sistem drainase adaptif, yang mampu meningkatkan laju infiltrasi air ke dalam tanah, mengurangi limpasan permukaan, serta mendukung konservasi airtanah secara lokal.

Rangkaian kegiatan mencakup:

  1. Identifikasi dan Survei - Pemetaan titik genangan dan survei topografi kawasan
  2. Sosialisasi Publik - Edukasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan sekitar masjid
  3. Pelatihan Teknis - Workshop konstruksi dan implementasi teknologi
  4. Implementasi Lapangan - Pemasangan unit sumur resapan dan drainase lokal di 10 titik terpilih

"Melalui kolaborasi dengan pemerintah kota, kami ingin menunjukkan bahwa pendekatan teknik sipil berbasis komunitas dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan genangan air di wilayah pesisir," ungkap Nursamiah, S.T., M.T., selaku Ketua Tim.

Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada mitigasi teknis, tetapi juga pada penguatan edukasi publik dan pemberdayaan masyarakat sekitar sebagai aktor penting dalam pengelolaan lingkungan perkotaan secara berkelanjutan.

Program ini diharapkan menjadi model implementasi infrastruktur mikro yang dapat diadopsi di kawasan pesisir lainnya, sekaligus memperkuat resiliensi kota terhadap tantangan perubahan iklim.


@poltek_upg