PNUP Gelar Sosialisasi Teknologi Biogas dari Kotoran Ayam Petelur di Dusun Tokka
(HumasPNUP) – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melaksanakan kegiatan sosialisasi pengenalan teknologi biogas dari kotoran ayam petelur di Dusun Tokka, Desa Bontomarannu, Kabupaten Maros. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Batch 1 Tahun 2025, dengan mitra utama Peternak Ayam Petelur, Bapak Thamrin.
Program ini mengusung tema "Inovasi Pengolahan Kotoran Ayam Petelur di Desa Bontomarannu dengan Teknologi Anaerob Digestion Menggunakan Reaktor Fixed Bed Portable yang Memanfaatkan Karet Ban Bekas sebagai Media Immobilisasi untuk Produksi Biogas." Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada inovasi reaktor Fixed Bed Portable berbasis ban bekas yang memiliki karakteristik sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan. Teknologi ini menawarkan solusi kreatif dengan memanfaatkan limbah ban bekas sebagai media reaktor, sekaligus mengolah kotoran ayam menjadi sumber energi alternatif.
Ketua Tim PKM, Dian Ranggina, M.T., menyampaikan visi program ini sebagai langkah strategis menuju desa mandiri energi.
"Kami berharap teknologi ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan biogas dan pupuk organik sebagai produk sampingan," jelasnya.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen Jurusan Teknik Kimia PNUP yang terdiri dari Dian Ranggina, M.T. sebagai ketua tim, Maria Assumpta Nogo Ole, S.T., M.T., dan Harun Pampang, S.T., M.Eng.
Program ini juga melibatkan mahasiswa aktif yang terdiri dari Muh. Naufal Fajar Y., Feni Febriani, Yoel Ponipadang, dan Mathul Khair Wahda. Keterlibatan mahasiswa ini mencerminkan sinergi antara pendidikan tinggi dan pengabdian masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman praktis dalam penerapan Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa ini menunjukkan komitmen institusi dalam mengintegrasikan aspek akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Mitra kegiatan, Bapak Thamrin, menyambut baik program ini karena menjawab kebutuhan riil peternak lokal. "Selama ini limbah kotoran ayam menjadi permasalahan lingkungan di kawasan kami. Dengan hadirnya teknologi biogas ini, kami melihat peluang baru untuk mentransformasi limbah menjadi energi yang bermanfaat dan bernilai ekonomi," ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi diskusi dan demonstrasi praktik sederhana yang dilakukan tim PNUP.
Penerapan teknologi biogas ini secara langsung mendukung pencapaian agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tiga pilar utama yaitu Energi Bersih dan Terjangkau, Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta Aksi Terhadap Perubahan Iklim. Teknologi ini merupakan implementasi nyata konsep zero waste dengan mengoptimalkan pemanfaatan kotoran ayam sebagai bahan baku energi biogas dan ban bekas sebagai media reaktor. Pendekatan ini mengubah paradigma limbah menjadi sumber daya bernilai yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Tim PNUP berkomitmen untuk melanjutkan pendampingan hingga tahap implementasi penuh, dengan harapan Dusun Tokka dapat menjadi desa percontohan penerapan teknologi biogas berbasis potensi lokal di Sulawesi Selatan. Program ini diharapkan menjadi model replikasi teknologi berkelanjutan zero waste di tingkat desa, yang dapat diadaptasi dan dikembangkan di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Keberhasilan program ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang berbasis pada sumber daya lokal.










