English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Matangkan Assessment, Direktur PNUP : Kita Optimis Raih Bantuan Proyek RESD Pemerintah Swiss

17 Feb 2021 - 09:08 WITA · HUMAS · 122

Bertempat di ruang rapat PNUP, Tim persiapan assessment Proyek RESD melakukan rapat koordinasi. (Selasa, 16 Pebruari 2021).

Tim persiapan assessment yang terdiri dari Para Wakil Direktur, Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi serta Kepala Pusat berkumpul persiapkan dokumen dalam rangka memenuhi penilaian (assessment) dari tim proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) Swiss selama dua hari (18-19 Pebruari 2021) di Kampus 1 PNUP Tamalanrea. 

Direktur PNUP, Prof Muhammad Anshar instruksikan jajarannya untuk persiapkan segala kebutuhan assessment.

"saya instruksikan semua jajaran wakil direktur untuk bekerja dengan cepat terutama persiapkan kebutuhan penilaian dari tim proyek RESD dan GFA Consulting Group." Harapnya.

Wakil Direktur Bidang Kerjasama, Perencanaan, dan Sistem Informasi, HR. Fajar, M.Eng. menyampaikan rasa optimisnya mendapatkan bantuan (hibah) dari proyek RESD yang di danai langsung oleh pemerintah Swiss.

"melihat dokumen yang disiapkan selama 2 (dua) hari ini menjelang datangnya tim RESD Swiss, kami yakin sudah siap mempresentasikan dan sekaligus di assessment untuk kedua laboratorium jurusan teknik mesin dan konversi energi, teknik elektro serta jurusan lain yang konsen dalam bidang energi terbarukan." harapnya

Sementara itu, Wakil Direktur bidang akademik, Ahmad Zubair Sultan, Ph.D juga sangat optimistis bahwa PNUP menjadi salah satu peraih hibah/bantuan proyek RESD yang didanai langsung boleh pemerintah Swiss ini.

"melihat kekompakan tim serta tersedianya dokumen, maka kami yakin PNUP menjadi salah satu penerima bantuan proyek RESD ini." harapnya.

Wakil direktur bidang keuangan, Dr. Sirajuddin Omsa bersiap melakukan penyambutan dengan standar protokoler

"demi menyambut tamu kita dari tim proyek RESD Swiss maka standar protokoler PNUP disiapkan terutama penerapan prokes yang ketat apalagi kita masih dalam suasana pandemi." tegasnya

Renewble Energi Development (RSED) merupakan nama proyek resmi yang didanai langsung oleh pemerintah Swiss kerjasama pemerintah RI dalam bidang pendidikan untuk membantu pemerintah RI dalam rangka membangun pendidikan vokasi dalam bidang energi terbarukan

Bakhtiyar Salam selaku Manager GFA yang dipercaya dan ditunjuk resmi oleh RESD Swiss-Indonesia melalui rilisnya menyampaikan bahwa dulu ada istilah (Swiss contac) yang sangat familiar dalam pengembangan dan cikal bakal pendirian politeknik di Indonesia. dan sekarang berubah menjadi proyek RESD SWISS yang tetap konsen memberikan perhatian dan bantuan dalam pengembangan politeknik di Indonesia.

"jujur kami sampaikan bahwa begitu banyak politeknik yang mendaftar untuk diberikan bantuan, namun hanya 7 (tujuh) politeknik di Indonesia yang akan menerima dan mewakili untuk mendapatkan bantuan proyek RESD ini." harapnya

lebih lanjut Baktiyar Salam menyampaikan bahwa untuk mendapatkan bantuan maka keseriusan komitmen institusi baik dari level pimpinan sampai ke bawah sangat kami harapkan. 

"kedatangan kami besok di PNUP untuk perkenalan proyek RESD sekaligus melakukan penilaian (assessment) setelah dapat kajian presentasi dan site visit ke Laboratorium di PNUP." jawabnya singkat


@poltek_upg