English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Kembali Kukuhkan Satu Guru Besar

05 Nov 2019 - 12:00 WITA · HUMAS · 194

Politeknik Negeri Ujung Pandang kembali melakukan rapat senat terbuka luar biasa dalam rangka penerimaan jabatan profesor dalam bidang transmisi dan distribusi tenaga listrik, Selasa (5/11). Profesor yang dikukuhkan kali ini adalah Prof. Ir. Makmur Saini, M.T., Ph.D., yang menjadi profesor kedua di PNUP. Acara pengukuhan yang berlangsung di aula lantai 3 kampus I PNUP dipimpin langsung oleh Direktur PNUP, Prof. Ir. Muhammad Anshar, Ph. D., serta dihadiri oleh segenap dosen dan tenaga kependidikan PNUP, mitra kerja PNUP, sejumlah tamu undangan dan keluarga besar dari profesor yang dikukuhkan.

“Menjadi profesor tentunya menjadi kebanggaan sekaligus sebagai tantangan tersendiri. Pangkat akademik tertinggi ini tentunya harus disertai dengan dengan tanggung jawab yang semakin besar pula karena harus menunjukkan kontibusi yang nyata bagi khalayak luas, “ demikian disampaikan Prof. Ir. Muhammad Anshar, Ph. D saat memberikan sambutan pengukuhan. Besar harapannya agar dengan adanya penambahan guru besar di PNUP akan semakin memicu munculnya riset-riset yang mampu membawa perubahan secara signifikan dan tentunya mengantar PNUP menuju Research Polytechnic dengan berbagai Pusat Unggulan Teknologi & Inovasi yang dapat memberi manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat dan industri.

Dalam pidato pengukuhan yang berjudul “Modifikasi Transformasi Clarke untuk Mendeteksi dan Mengklasifikasi Gangguan pada Jaringan Transmisi Berdasarkan Transformasi Wavelet dan Jaringan Syaraf Tiruan”, Makmur Saini memaparkan bahwa saluran transmisi memainkan peran penting dalam perlindungan sistem tenaga. Oleh karena itu, kerusakan harus diprediksi sebelumnya untuk tujuan pencegahan. Kerusakan ini dapat disebabkan oleh petir, salju, pohon, dan kerusakan isolasi. Jika kerusakan ini tersebar luas, itu akan mempengaruhi sistem lain, seperti penurunan stabilitas daya, kerusakan peralatan karena aliran arus berlebih, ketidakseimbangan arus fasa, penurunan tegangan, dan perubahan frekuensi.

Penelitian yang telah dilakukan menghasilkan teknik yang menggunakan kombinasi transformasi wavelet diskrit dan jaringan saraf tiruan berasaskan dengan modifikasi transformasi Clarke dan tanpa transformasi Clarke untuk mengidentifikasi klasifikasi dan deteksi gangguan pada saluran transmisi. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan menggunakan modifikasi  transformasi Clarke diperoleh mean square error (MSE) dan mean absolute error (MAE) yang lebih kecil, dibandingkan dengan tanpa transformasi Clarke. Ada empat metode statistik yang digunakan untuk menentukan keakuratan deteksi dan klasifikasi gangguan. Ini menunjukkan bahwa jaringan syaraf tiruan back propagation neural network memiliki kesalahan terendah sehingga termasuk paling baik dibandingkan dengan pattern recognition network dan fit network dengan berasaskan modifikasi transformasi Clarke.

Acara pengukuhan guru besar diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada Prof. Ir. Makmur Saini, M.T., Ph. D., dari segenap hadirin dan undangan yang hadir.

 


@poltek_upg