English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Kedutaan Besar Swiss Kunjungi PNUP

18 May 2016 - 12:23 WITA · INSTITUSI · 439

Kedutaan Besar Swiss yang dalam hal ini diwakili oleh Martin Stottele selaku Head of Economic Development Cooperation (SECO) bersama rekannya, Ruedi Gerber dan Jean Odermatt, berkunjung ke kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) pada Rabu, 18 Mei 2016. Kunjungan ketiganya disambut oleh Direktur PNUP, Dr. Ir. Hamzah Yusuf, M.S.,  dan para pejabat dalam lingkup PNUP lainnya.

Kedatangan rombongan dari Kedutaan Besar Swiss ke PNUP merupakan semacam napak tilas mengingat PNUP adalah salah satu institusi pendidikan tinggi berbasis vokasi yang lahir dari hasil kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Swiss melalui Loan Agreement dengan Bank Dunia No. 2290-IND tanggal 22 Juni 1983 dan merupakan proyek politeknik II pada waktu itu. Resmi berdiri pada tahun 1987, PNUP masih bernama Politeknik Universitas Hasanuddin dan kemudian berganti nama setelah mandiri pada tahun 1997.

Dalam sambutan saat menerima rombongan Kedutaan Besar Swiss, Direktur PNUP menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Martin Stottele dan rekan-rekannya untuk berkunjung kembali ke kampus PNUP. Dr. Ir. Hamzah Yusuf, M.S. berharap agar kedepannya pemerintah Swiss mau meningkatkan peluang kerja sama dalam hal pengembangan sistem pendidikan vokasi serta bermitra kerja secara kelembagaan agar mahasiswa dan lulusan PNUP senantiasa mendapat pengetahuan terbaru dalam hal pengembangan teknologi sehingga mampu bersaing di era Masayarakat Ekonomi Asean (MEA).

Di kesempatan yang sama, Martin Stottele mengungkapkan kegembiraanya dapat berkunjung kembali ke kampus PNUP. Di awal berdirinya PNUP, Martin Stottele merupakan Project Manager of Indonesian-Swiss Polytechnic Project yang menangani PNUP. Menurutnya, banyak sekali kemajuan yang telah dilakukan oleh PNUP dalam segi infrastruktur dan sarana penunjang perkuliahan sejak ia meninggalkan PNUP 20 tahun yang lalu. PNUP mengalami perkembangan pesat baik dalam hal kualitas maupun kuantitas yang dibuktikan dengan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun hingga harus melakukan penambahan kampus II Moncongloe. Usai mengunjungi beberapa ruang laboratorium dan bengkel di PNUP, Martin Stottele mengupayakan agar pemerintah Swiss berkenan kembali membantu PNUP dalam hal pembaruan peralatan laboratorium dan bengkel yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan teknologi terkini.

Politeknik sebagai lembaga pendidikan pertama kali masuk dalam ranah pendidikan di Indonesia melalui kerjasama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Swiss. Pada tahun 1976, pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pemerintah Swiss yang diwakili oleh Swisscontact mewujudkan kerja sama pendidikan dengan membentuk lembaga pendidikan Politeknik di Indonesia. Hasil dari kerjasama ini, dibentuklah politeknik yang diberi nama Politeknik Mekanik Swiss - ITB (PMS-ITB). Pada perkembangan berikutnya, lahirlah berbagai politeknik negeri lainnya termasuk PNUP yang hingga kini jumlahnya mencapai 43 politeknik negeri se-Indonesia.

 


@poltek_upg