English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Akan Gelar Seminar dan Workshop Inkubator Bayi Hemat

18 Sep 2014 - 12:07 WITA · INSTITUSI · 619

Salah satu kriteria dalam Human Development Index (HDI) setiap negara adalah harapan hidup pada bayi lahir. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah baik lahir prematur maupun karena kurang gizi/penyakit berisiko meninggal jika tidak ditangani dengan tepat. Salah satu upaya untuk mencegah kematian bati tersebut adalah dengan memasukkan ke dalam inkubator bayi, tetapi alat ini tidak selalu tersedia di rumah sakit apalagi puskesmas karena biasanya mahal.  Berdasarkan hal tersebut, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bekerja sama dengan Yayasan Panrita Multi Edukasi akan menggelar seminar nasional dan workshop “Pembuatan Inkubator Bayi Hemat Energi dan Biaya” pada Selasa, 23 September 2014 bertempat di aula lantai 3 gedung adminstrasi PNUP.

“Seminar dan workshop Pembuatan Inkubator Bayi Hemat Energi dan Biaya tentunya sangat memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi para mahasiswa, tenaga pendidik, industri, dan masyarakat umum yang berkecimpung dengan bidang kesehatan dan juga bidang terkait lainnya. Dari seminar dan workshop tersebut diharapkan mampu dijajaki kemungkinan pembuatan inkubator untuk melayani kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia umumnya, “ demikian disampaikan oleh Abdul Rahman, S.T., M.T., selaku ketua panitia.

Untuk acara seminar, PNUP akan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA., sebagai keynote speaker. Dosen yang tercatat sebagai guru besar di Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia tersebut merupakan penggagas inkubator sederhana, hemat, dan murah untuk masyarakat kurang mampu. Inkubator yang digagas oleh Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA., memiliki ukuran yang lebih kecil dan di dapat digunakan di rumah. Dari segi penggunaan daya listrik juga jauh lebih hemat karena hanya membutuhkan power 160 watt. Daya tersebut jauh lebih kecil dibandingkan inkubator import yang memerlukan daya 500 watt.

Saat ini, inkubator tersebut akan diproduksi massal dan secara bertahap akan disebar ke seluruh provinsi se-Indonesia. Untuk sementara inkubator yang bernama”Incubator Grashof” telah tersedia di Pulau Jawa, Kalimantan Barat, Bali, dan di Puskesmas Sewo Soppeng Sulawesi-Selatan. Setelah mengikuti seminar dan workshop diharapkan agar setiap individu atau lembaga dapat memproduksinya dengan syarat tidak dikomersilkan karena penciptanya memang sengaja tidak mematenkan produk inovatif tersebut. Panitia seminar masih membuka kesempatan kepada masyarakat umum yang berminat mengikuti seminar dan workshop “Pembuatan Inkubator Bayi Hemat Energi dan Biaya” dengan cara mendaftarkan diri ke UPT Diklat PNUP Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 10 Tamalanrea

 

@poltek_upg