English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Workshop Kurikulum Berbasis CDIO Politeknik Negeri se-Indonesia

30 May 2014 - 15:16 WITA · INSTITUSI · 1,410

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kemampuan penyusunan kurikulum berbasis sistem Conceive Design Implement Operate (CDIO) di kalangan para tenaga pendidik, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menyelenggarakan workshop bertaraf internasional. Workshop tersebut bertajuk Technical Vocational Education Training (TVET) Batch III yang dilaksanakan selama 3 hari mulai 28 – 30 Mei 2014 bertempat di Aerotel Hotel Makassar.

Workshop yang diikuti oleh para tenaga pendidik dari 19 Politeknik Negeri se-Indonesia tersebut terselenggara atas kerja sama Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia bersama Singapore Polytechnic International dan Temasek Foundation. Menghadirkan pemateri Dr. Linda Lee dari Singapore Polytechnic dan Mr. Sudir dari Temasek Foundation, workshop tersebut diikuti dengan sangat antusias oleh 36 peserta.

“Workshop ini bertujuan untuk menyatukan persepsi tentang sistem CDIO yang menjadi jawaban untuk mempersiapkan sumber daya manusia  (SDM) yang handal guna   menghadapi persaingan global. Dalam rangka memasuki era ASEAN Economic Community (AEC), Indonesia tentu harus menyiapkan SDM dengan  kualitas internasional agar mampu bersaing dengan negara lain, ,” demikian dijelaskan oleh Ir. Muhammad Taufan, selaku steering committee workshop.

CDIO merupakan sistem pembelajaran dengan menekankan pada ilmu-ilmu dasar yang disajikan dalam kondisi nyata di lapangan untuk menciptakan suatu sistem atau produk. Sistem tersebut sangat sejalan dengan konsep vokasi yang menjadi ciri khas politeknik. Sistem pembelajaran model CDIO akan menambah rasa percaya diri mahasiswa setelah lulus ketika nanti terjun ke masyarakat luas. Melalui CDIO, mahasiswa akan dibekali dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kelompok, terutama dalam menghadapi berlakunya ASEAN Economic Community (AEC) yang artinya tidak akan ada lagi batas perpindahan tenaga ahli antarnegara.

Dr. Linda Lee dalam pemaparannya menjelaskan bahwa DCDIO tak ubahnya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang selama ini berlaku di Indonesia. Perbedaannya hanya terletak pada cakupan sistem tersebut. Jika KBK hanya berlaku di Indonesia, CDIO lebih bersifat internasional dan nantinya lulusannya pun akan mendapatkan pengakuan internasional. Selama ini sistem CDIO telah diterapkan oleh 97 negara dan Singapura merupakan salah satu di antara negara Asia yang telah menerapkannya.

Workshop serupa juga telah dilaksanakan di Politeknik Negeri Sriwijaya dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Peserta workshop sebelumnya akan menjadi fasilitator di workshop berikutnya dengan tujuan agar terjadi diseminasi atau penularan ilmu dan konsep sehingga pemahaman tentang sistem CDIO lebih merata. Dengan mengadopsi CDIO, diharapkan para lulusan politeknik dapat lebih lebih terarah dan memiliki konsep yang matang pada saat terjun ke masyarakat karena memiliki soft skill yang berstandar internasional.

 

 


@poltek_upg