BERITA SEPUTAR POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

Kolaborasi Mahasiswa PNUP - SP dalam Program Learning Express
Diposting: Senin, 19 Sep 2016

Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan Singapore Polytechnic (SP) merealisasikan kolaborasi kerja sama dalam bentuk program Learning Express (LeX) yang telah disepakati kedua pihak pada Maret lalu. Selama 2 minggu, tepatnya 4 – 17 September, kedua institusi pendidikan tinggi yang berbasis vokasi tersebut melaksanakan berbagai kegiatan yang tidak hanya melibatkan 49 mahasiswa dan 8 dosen pembimbing, tetapi juga melibatkan masyarakat lokal yang telah dipilih melalui riset. Pelaksanaannya bertempat di kampus PNUP dan Desa Puca Kabupaten Maros.

Program LeX merupakan program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari PNUP dan SP. Pada pelaksanaannya, mahasiswa PNUP bersama mahasiswa SP melaksanakan suatu kegiatan yang berdasarkan community issues yang sedang berkembang di masyarakat. Untuk menentukan kegiatan apa yang akan dilaksanakan, program LeX diawali dengan survei ke lokasi yang telah ditentukan oleh kedua institusi dimana pada lokasi tersebut berkembang semacam community issues yang memerlukan pemecahan masalah dan lokasi yang dipilih adalah Desa Puca Kabupaten Maros yang terletak sekitar 40 kilometer dari Makassar.

Sebelum mengunjungi Desa Puca, para peserta program LeX terlebih dahulu melakukan kegiatan Review Design Thinking yang meliputi 5 tahapan materi yaitu Sense & Sensibility, Empathy, Ideation, Prototyping, dan Gallery Walk. Rangkaian kegiatan tersebut penting karena setiap tahapan akan menjadi bekal peserta saat berada di lokasi dimana mereka harus hidup berbaur dengan masyarakat lokal Desa Puca. Setiba di Desa Puca, 49 mahasiswa yang terdiri dari 25 mahasiswa PNUP dan 24 mahasiswa SP melaksanakan tahap Sense & Sensibility dengan tinggal dan menginap di beberapa rumah penduduk selama beberapa hari dan membagi diri menjadi tiga kelompok proyek yang terbagi menjadi kelompok proyek air, proyek jahe, dan proyek bonggol pisang.

Para peserta program LeX bersosialisasi langsung dengan para petani dan penduduk Desa Puca dengan cara bertemu dan melakukan wawancara terkait dengan proyek yang mereka kerjakan. Mereka mencari tahu kendala apa saja yang ditemui terkait proyek yang sedang dijalankan untuk mencari tahu kira-kira solusi seperti apa yang harus dibuatkan melalui tahapan Ideation dan Prototyping berdasarkan proyek masing-masing. Setelah menuntaskan tahapan Ideation dan Prototyping, para peserta program LeX mempresentasikan hasilnya sebagai bentuk solusi kepada penduduk Desa Puca. Semua tahapan yang dilalui dan dikerjakan dibuatkan dokumentasi guna ditampilkan pada tahap Gallery Walk di kampus PNUP. Pada tahap ini dipamerkan semua hasil kegiatan mereka selama di kampus PNUP dan di Desa Puca.

Pembantu Direktur IV PNUP, Tri Hartono, LRSC, M. Chem. Eng., yang menangani program LeX memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya program dimana mahasiswa benar-benar diberi kesempatan untuk mengambil keputusan terkait permasalahan masyarakat yang mereka temui di lapangan. Program LeX mampu membangun karakter mahasiswa secara langsung karena memadukan sisi akademik dan sisi humanis dengan masyarakat lokal. Di kesempatan yang sama, Mr. Siow Cheh Wee selaku perwakilan dari SP, menyampaikan bahwa pihaknya sangat senang dengan apresiasi yang diberikan oleh PNUP guna berkolaborasi melaksanakan program LeX. Bagi mahasiswa SP, hal tersebut tentunya merupaka suatu pengalaman yang luar biasa mengingat karakteristik masyarakat Singapura berbeda dengan Indonesia. Bersosialisasi langsung dengan masyarakat lokal Desa Puca dengan suasana pedesaan yang betul-betul alami merupakan hal langka yang sulit ditemui di Singapura.

Jelang penutupan program LeX pada 17 September nanti, para peserta akan melakukan kegiatan Local Cultural Immersion dengan mengunjungi beberapa tempat bersejarah dan wisata seerti Gua Leang-leang, Benteng Rotterdam, dan lain-lain. Kedepannya, baik PNUP maupun SP berahrap agar kegiatan yang sama masih tetap diadakan pada tahun berikutnya dan kalau memungkinkan dikembangkan dengan berbagai kegiatan yang lebih bervariasi.

 

0 Komentar
Tidak ada komentar untuk berita ini.
Leave a Reply
  • Name
  • Email
  • Messege
  • 500 Characters remaining.

  •  
  • Likes Us On